BETERNAK AYAM HUTAN

Brugo

Apakah ayam hutan bisa dibreeding atau diternak? Tentu saja bisa, bahkan sangat bisa. Apakah sama da semudah jenis ayam lainnya? Nah, ini yang jadi masalah. Bahwa ayam hutan itu tak seperti ayam hias jenis lainnya, karena butuh kesabaran ektra jika ingin mengembangbiakkannya. Ada syarat tertentu yang mesti dipenuhi jika ingin sukses beternak ayam hutan, terutaa ayam hutan hijau. Apa saja syaratnya? Berikut ulasannya.

Ayam hutan adalah jenis ayam liar, buka ayam domestik/sudah dijinakkan. Dia terbiasa hidup di alam bebas, di hutan sebagai habitat aslinya. Karena di alam liar, maka hukum rimba pun berlaku untuk ayam hutan; Siapa kuat dia berkuasa, siapa lena dia dimangsa. Karena hukum itulah maka ayam hutan cenderung bersifat liar, seakan takut dengan makhluk lain yang dianggapnya sebagai pemangsa. Karenanya untuk bisa hidup berdampingan dengan manusia, ayam hutan butuh waktu dalam penyesuaian. Ini syarat pertama. Jadi jika ingin beternak ayam hutan, Anda harus memilih indukan yang jinak terutama indukan betina. Mengapa yang betina? sebab ayam hutan betina cenderung lebih sulit untuk dijinakkan. Lalu bagaimana cara mendapatkan indukan betina ayam hutan yang jinak? Belilah ayam hasil tetasan telor di kandang. Dengan cara ini, kemungkinan mendapatkan ayam hutan betina jinak akan lebih besar. Berbeda jika Anda membeli betina hasil tangkapa hutan. Begitu dimasukkan ke kandang, dia akan loncat-loncat seperti kesetanan. Jika kandang Anda terlalu rendah ukurannya, bisa-bisa pecah kepala itu ayam hutan betina.

Syarat kedua, punya ayam hutan jantan dewasa yang sudah siap kawin/birahi. Mengapa harus yang sudah birahi? biar nggak terlalu lama menunggu. Kalau kita ambil pejantan yang masih muda, maka musti menunggu beberapa lama untuk sampai ke masa birahinya. Sedang ayam hutan jantan belum bisa ipastikan pada umur berapa dia siap kawin. Ada yang belum genap setahun sudah siap kawin, ada yang hingga bertahun-tahun tidak juga mau kawin. Inilah masalahnya, yang kemudian saya sarankan jika ingin beternak ayam hutan harus mencari pejantan yang siap kawin/birahi.

Ketiga, siapkan kandang yang nyaman. Seperti apa kandang yang nyaman? Sesuaikan dengan tipikal ayam yang kita pelihara. Ada banyak anggota APAHI (Asosiasi Pelestari Ayam Hutan Indonesia) yang sudah sukses breeding AHH ori. Ukuran kandang berbeda-beda. Mulai dari ukuran (90 X 180) cm persegi hingga (300 X 300) cm persegi. Jai tidak ada jaminan kandang yang lebih luas akan lebih mudah berkembangbiak. Faktor keberhasila bukan sebatas ukuran kandang.

Keempat, sabar saat penjodohan. Jika kita membeli sepasang ayam hutan indukan dari tempat yang berbeda, maka terlebih dahulu harus dijodohkan. Ini penting, sebab jika langsung dicampur dalam satu kandang sedangkan keduanya belum saling kenal, bisa jadi salah satu atau keduanya akan mati. Sebab ayam hutan itu bersifat teritorial, menguasai daerah kekuasaan mereka. Jadi jika 2 ayam hutan yang belum saling kenal dimasukkan dalam satu sangkar/kandang, bisa ipastikan akan saling serang. Maka sebelum dimasukkan dalam satu kandang, kita musti terlebih dahulu menjodohkan. Bagaimana caranya? Sangat mudah dan nanti kita bahas di tulisan lain.

Kelima. sabar. Ya, bolak-balik saya sampaikan, kita musti bersabar dalam memelihara terlebih lagi jika ingin beternak AHH. Ini penting.

Tinggalkan Balasan