Posted on Leave a comment

Cara Menjinakkan Ayam Hutan

Bolak-balik saya sampaikan bahwa ayam hutan itu termasuk jenis ayam liar. Semua jenis satwa liar akan memberikan pilihan reaksi saat ada makhluk lain mendekat dan dianggapnya sebagai ancaman; Balik menyerang, diam berkamuflase atau kabur melarikan diri. Misal kita ketemu harimau, kalau kita takut bisa jadi justru akan diserangnya. Ketemu ular berbisa, biasanya ular berbisa akan diam saja selama tidak kita usik. Dia percaya diri dengan gigitannya. Berbeda dengan jika kita bertemu ayam hutan. Si ayam akan serta merta lari dan lalu terbang menjauh karena mera terancam. Itu ayam hutan yang baru mencari makan. Tetapi jika ayam hutan betina yang mengeram, meski kita lewat persis di sampingnya dia akan diam saja dan kemungkinan besar kita tidak akan melihatnya karena kemampuannya berkamufflase dengan lingkungannya.

Nah, yang kita bicarakan sekarang adalah ayam hutan. Bagaimana jika kita berhasil memiliki ayam hutan dan memeliharanya di dalam sangkar? Yang sering terjadi adalah ayam berusaha kabur dengan meloncat ke atas untuk berusaha terbang. Tetapi karena ruang erbatas maka kepalanya terbentur atap kandang. Akibatnya kulit kepala sobek lalu mengelupas dan berdarah-darah hingga menyebabkan kematian pada si ayam. Nah, bagaimana cara menjinakkan ayam hutan agar ketika kita dekati dia tidak takut dan tak kelabrakan lagi? Ada trik yang musti kita kuasai untuk hal itu, trik dan tips menjinakkan ayam hutan .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *