Posted on 1 Comment

SEMUT

Hari ini saya mengobrak-abrik isi rumah. Kejengkelan sudah tak tertahankan. Bagaimana tidak? Jika beberapa waktu yang lalu saya sudah berhasil memberantas tikus pengganggu, kini muncul pengganggu yang lain. Mereka berkelompok, jumlahnya cukup banyak. Seringkali saya asyik dengan laptop dan rokok tengwe, hingga beberapa saat lupa minuman manis beserta roti yg kusiapkan. Begitu tengwe habis dan mata sedikit pedas barulah ingat minuman + sejumlah roti. Tapi, badalah. Jiancuukk.. Gelas dan roti sudah penuh dikerubuti semut.

Saya bukan manusia yg punya kelebihan seperti Nabi Sulaiman. Saya tak mampu menahan emosi, ingin rasanya kubakar semut itu dengan korek apiku. Tapi baiklah, kali ini akan sedikit kudramatisir. Aku berpura-pura bisa bicara dengan binatang terkhusus semut.

“Hai Semut!” bentakku.

Semut kaget dan menoleh kepadaku. “Ada apa Tuwan?” berpura-pura dia tanya kepadaku.

“Karepem piye leh, iku teh manis dan rotiku!” kataku.

“Tapi Tuwan, saya butuh makan dan minum,” kata semut sembari pasang wajah yang syahdu.

Kupelototi semut itu dan tiba² dia berani balik melotot kepadaku. Rupanya teman²nya suda siap untuk ikut menggigitku.

“Main keroyokan dia” , pikirku.

“Mbok ya bilang, nanti tak kasih minum. Jangan gelasku dikerubuti begitu,” sergahku.

“Tapi Tuwan, saya harus membawa roti itu ke apartemenku!” Semut membentakku.

Serta merta kusambar korek dan tisu. Tamat riwayatmu!

Posted on Leave a comment

KeAPAHIan

Pendahuluan

Segala puji dan syukur hanya patut disanjungkan kehadhirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah membimbing kita semua dalam setiap langkah membangun semua cita dan cinta. Terkhusus cita-cita dalam membesarkan APAHI yang hingga kini masih kita jalani. Kecintaan kita atas kata pelestarian yang kemudian membawa kita pada satu ikatan yang bernama APAHI ini semoga tak akan pernah pudar. Berat memang, namun jika dipikul bersama-sama tentu akan terasa ringan.

Continue reading KeAPAHIan
Posted on 1 Comment

Selamat & Sukses Latber Seni Kokok Ayam Hutan APAHI Reg Madura

Minggu, 20 September 2020 APAHI Reg Madura akan menggelar Latber Seni Kokok Ayam Hutan.

Acara yang semula dikhususkan untuk penggemar ayam hutan se-Madura itu ternyata juga menarik perhatian dari beberapa teman dari daerah lain. Mereka menyatakan siap hadir demi menyukseskan acara tersebut. Hingga hari terakhir pendaftaran, tercatat ada 30an pendaftar dari berbagai daerah.

Continue reading Selamat & Sukses Latber Seni Kokok Ayam Hutan APAHI Reg Madura
Posted on Leave a comment

Paruh/Cucuk Ayam Hutan Memanjang?

Bagi Anda yang pernah belajar biologi, pasti tahu materi pertumbuhan dan perkembangan. Karenanya kita juga sering mendengar istilah tumbuh dan berkembang. Apa to beda antara perumbuhan dan perkembangan atau tumbuh dan berkembang? Perbedaannya, tumbuh itu erat kaitannya denga fisik sedangkan berkembang itu terkait dengan psikis/kejiwaan. Misal pada manusia, orang mengistilahkan “Tua itu pasti tetapi dewasa itu pilihan” Begitulah kira-kiranya. Umur bertambah, bada bertumbuh tetapi kelakuan masih seperti anak kecil saja, tidak berkembang pikiran dan jiwanya. Berarti dia tumbuh tetapi tidak mengalami perkembangan (jiwa).

Cucuknya panjang ya.
Continue reading Paruh/Cucuk Ayam Hutan Memanjang?
Posted on Leave a comment

JENGGER AYAM HUTAN

Jengger ayam hutan? Anda tahu kan mana yang disebut jengger ayam hutan? Di mana letak keindahannya?

Ya, salah satu keunikan yang dimiliki ayam hutan ijau adalah jenggernya yang berbentuk setengah lingkaran tanpa gerigi dan berwarna pelangi. Ini tidak dimiliki oleng unggas jenis lain. Juga gelambir tunggal yang jika ayam sehat dan birahi akan mengembang seperti kain tipis yang berkarakter “jatuh”. Tentang ukuran jengger ini biasanya berbeda-beda pada masing-masing ayam. Ada yang lebar melebihi ukuran kepala, ada pula yang proposional seukuran kepala atau ada juga yang lebih kecil dari ukuran kepala si ayam pemilik jengger.

jengger dan gelambir ayam hutan
Continue reading JENGGER AYAM HUTAN
Posted on Leave a comment

MAKANAN AYAM HUTAN

Apakah makanan yang cocok untuk ayam hutan?

Pertanyaan semacam itu sering muncul dari teman-teman yang baru mengenal ayam hutan. Jika itu ditanyakan di group fb maupun WA APAHI Regional, biasanya akan dijawab dengan candaan oleh beberapa teman yang sudah bergabung terlebih dahulu. Misalnya, “Kasih nasi pecel”, “Sego jangan (nasi sayur)enak cocok”, “Lontong lengkap dengan sate wedus” dan lain-lain. Menjengkelkan bukan? Iya, menjengkelkan memang, jika kita tanggapi engan srius. Dan memang begitulah, banyak rekan APAHI yang senang guyon dengan harapan akan lebih mengakrabkan. Tetapi ada juga yang menjawab dengan serius, memberitahu makanan apa yang cocok untuk ayam utan. Ada juga yang justru balik bertanya, “Ayam hutan tangkapan atau piaraan dari kecil?” atau dengan pertanyaan lain, “Dari pemilik pertama biasa dikasih pakan apa?” dan lain-lain tanggapan yang lucu-lucu.

Exif_JPEG_420
Continue reading MAKANAN AYAM HUTAN
Posted on 1 Comment

PENYAKIT AYAM HUTAN

Salah satu resiko memelihara makhluk bernyawa adalah serangan penyakit terhadap satwa yang kita piara. Misal Anda memelihara kambing, kucing, sapi, kuda juga berbagai macam jenis unggas termasuk ayam hutan. Penyakit yang menyerang berbagai satwa itu berbeda-beda jenis dan gejalanya. Karenanya dibutuhkan sedikit pengetahuan dasar tentang berbagai macam penyakit yang menyerang hewan peliharaan kita dari mulai gejala, jenis penyakit serta penanganan dan obat yang harus diberikan. Nah, dalam hal memelihara ayam huta, seringkali serangan penyakit ini mengantar hewan kesayangan kita pada kematian. Lalu bagaimana untuk mengatasi tingkat mortalitas itu agar tidak terlalu sering terajdi? Berikut sedikit penjelasan dari saya.

penyakit tedun rambat
Continue reading PENYAKIT AYAM HUTAN
Posted on Leave a comment

Cara Menjinakkan Ayam Hutan

Bolak-balik saya sampaikan bahwa ayam hutan itu termasuk jenis ayam liar. Semua jenis satwa liar akan memberikan pilihan reaksi saat ada makhluk lain mendekat dan dianggapnya sebagai ancaman; Balik menyerang, diam berkamuflase atau kabur melarikan diri. Misal kita ketemu harimau, kalau kita takut bisa jadi justru akan diserangnya. Ketemu ular berbisa, biasanya ular berbisa akan diam saja selama tidak kita usik. Dia percaya diri dengan gigitannya. Berbeda dengan jika kita bertemu ayam hutan. Si ayam akan serta merta lari dan lalu terbang menjauh karena mera terancam. Itu ayam hutan yang baru mencari makan. Tetapi jika ayam hutan betina yang mengeram, meski kita lewat persis di sampingnya dia akan diam saja dan kemungkinan besar kita tidak akan melihatnya karena kemampuannya berkamufflase dengan lingkungannya.

Nah, yang kita bicarakan sekarang adalah ayam hutan. Bagaimana jika kita berhasil memiliki ayam hutan dan memeliharanya di dalam sangkar? Yang sering terjadi adalah ayam berusaha kabur dengan meloncat ke atas untuk berusaha terbang. Tetapi karena ruang erbatas maka kepalanya terbentur atap kandang. Akibatnya kulit kepala sobek lalu mengelupas dan berdarah-darah hingga menyebabkan kematian pada si ayam. Nah, bagaimana cara menjinakkan ayam hutan agar ketika kita dekati dia tidak takut dan tak kelabrakan lagi? Ada trik yang musti kita kuasai untuk hal itu, trik dan tips menjinakkan ayam hutan .

Posted on Leave a comment

MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN DOC AYAM HUTAN

Jika kita perhatikan, untuk semua jenis unggas yang dimana betina bertugas mengerami telornya sedangkan pejantan tidak membantu mengera, maka umumnya tampilan unggas jantan cenderung akan jauh lebih cantik dan menawan ketimbang betinanya. Itu disebabkan karena warna bulu betina akan berfungsi untuk kamuflase, menyembunyikan dirinya disaat mengeram dengan cara menyamai lingkungan sekitarnya di mana dia tinggal. Jenis-jenis pheasant, kalkun, merak, lophura dan juga termasuk ayam hutan. Inilah yang kemudian menyebabkan ayam hutan jantan lebih banyak dicari ketimbang ayam betina.

Continue reading MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN DOC AYAM HUTAN
Posted on Leave a comment

MEMELIHARA AYAM HUTAN

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak sekali orang yang tertarik untuk memelihara ayam hutan. Tidak hanya dari dalam negeri, bahkan orang luar negeri pun banyak yang berusaha untuk mendapatkan ayam hutan terutama ayam hutan hijau dari Inonesia. Ya, ayam hutan hijau (Green Jungle Fowl / Gallus Varius) adalah satwa enemik Indonesia. Artinya ayam hutan hijau itu asli ayam dari Indonesia. Dia tidak bisa didapatkan di negara lain. Andaikan ada di negara lain, bisa dipastikan itu hasil kiriman dari Indonesia.

Continue reading MEMELIHARA AYAM HUTAN