GERGAJI TARIK DAN BENTANG

Di dalam praktek kerja kayu, gergaji tarik dan bentang (gergaji slentheng) yang oleh orang barat disebut bow saw atau frame saw adalah alat untuk memotong dan membelah kayu, terutama mengiris kayu dolog dan balok besar menjadi balok-balok atau papan-papan dalam ukuran yang dikehendaki.

Gergaji semacam ini terdiri dari sebilah daun gergaji yang terbuat dari baja (blade) yang satu sisi bagiannya bergigi tajam. Gigi-gigi gergaji tersebut ada dua macam yaitu gigi pemotong dan gigi pembelah.

Gergaji tarik banyak digunakan pada penebangan pohon, memotong batang kayu yang berukuran besar dan pemotongan dolok-dolok dan balok yang besar.

Sedangkan gergaji bentang banyak digunakan untuk membelah dolok-dolok atau balok kayu yang besar – besar dan pekerjaan mengiris kay yang lebar untuk membentuk papan.

Bentuk gigi gergaji tarik dan gergaji bentang

Cara Menggunakan Gergaji Tarik

  1. Letakkan batang dolok atau balok kayu dalam posisi mendatar di atas kayu bantalan yang dipasang dekat kedua ujung kayu di atas tanah. Lihat gambar dibawah.
  2. pengerjaan pemotongan dolok atau balok kayu tersebut dilakukan oleh dua orang yang satu sama yang lain bergantian saling menarik.
  3. menarik gergaji sambil jongkok dengan gerakannya saling berayun
  4. demikian selanjutnya saling melakukan penggergajian dengan tekanan yang merata, tarikan yang seimbang sampai dengan pemotongan batang dolok atau balok kayu itu putus.

Cara Menggunakan Gergaji Bentang

  1. Siapkan dua buah kuda-kuda penggergajian untuk meletakkan dolok atau balok kayu yang akan digergaji dalam posisi membelah
  2. Dilakukan oleh dua orang, seorang memegang gergaji di atas dolok atau balok kayu sambil berdiri dan yang seorang lagi memegang gergaji di bawahnya sambil jongkok.
  3. Dalam menggerakkan gergaji, kedua orang itu saling menarik bergantian mengikuti garis sipatan yang telah dilukis terlebih dahulu sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
  4. Penarikan gergaji bentang oleh kedua orang tersebut harus dengan tekanan yang merata agar supaya tidak menyimpang dari garis penyipat yang telah ditentukan.
  5. Gunakan baji-baji agar daun gergaji tidak terjepit pada kayu yang sedang digergaji.
  6. Penarikan gergaji ke atas seolah-olah gigi gergaji tidak ada penyayatan, tetapi saat penarikan ke bawah gigi gergaji harus menyayat.
Cara menggunakan gergaji bentang

Gergaji Bentang Ukuran Kecil

Selain gergaji bentang yang sudah disebut di atas, terdapat pula gergaji bentang dalam ukuran kecil yang biasa digunakan untuk membelah dan memotong kayu berukuran yang kecil-kecil pula yang dalam pelaksanaan penggergajian cukup dilakukan oleh satu orang.

Adapun gunanya selain untuk memotong dan membelah atau mengiris kayu dalam ukuran yang kecil-kecil, dapat pula digunakan pada pekerjaan-pekerjaan membuat sambungan purus daun pintu/jendela serta pada pekerjaan lainnya, seperti memotong dada-dada cowakan dalam posisi tegak dan miring. Gergaji yang oleh tukang kayu dari Jawa disebut sebagai gergaji slenteng ini juga bisa digunakan untuk memotong bambu, untuk pekerjaan halus pada pembuatan perabot rumah tangga dari kayu.

Gergaji Slentheng atau gergaji bentang ukuran kecil

Cara Menggunakan Gergaji Slentheng

  1. Jepitlah kayu bahan yang akan dikerjakan pada catok yang terdapat di samping bangku kerja.
  2. Letakkan gerigi gergaji pada kayu tersebut sekira 3/4 panjang gergaji di sebelah kanan garis, sedang ibu jari tangan kiri diletakkan di bagian sisi sebelah kiri gergaji dan gergaji ditarik ke balakang dalam satu atau dua tarikan sehingga dapat alur sayatan sekitar 3 mm
  3. Sudut belah dibuat sekitar 25o berturut-turut turun hingga 0o mendatar.
  4. Melakukan penggergajian didorong dan ditarik sepanjang mata gigi gergaji
  5. Tidak perlu melakukan penggergajian dengan tekanan yang kuat, cukup saja didorong dan ditarik merata sehingga penggergajian sampai pada batas garis lukisan yang telah ditentukan.

Tinggalkan Balasan