Habitat Ayam Hutan ( the Jungle Fowl Habitat )

Habitat Ayam Hutan ( the Jungle Fowl Habitat )

Ditilik dari namanya saja, kita sudah akan bisa menebak bahwa ayam hutan tinggalnya ya di hutan. Benarkah?

Benar! Benar sekali bahwa ayam hutan mestinya ya tinggal di hutan. Yang kemudian jadi pertanyaan selanjutnya, “Hutan yang mana?” Baik, sebelum kita bahas lebih jauh, saya akan membatasi tulisan ini pada AHH (Ayam Hutan Hijau/Green Jungle Fowl/gallus Variu) dan AHM (Ayam Hutan Merah/Red Jungle Fowl/Gallus gallus).

Seperti sering saya sampaikan, bahwa Ayam Hutan Hijau (Green Jungle Fowl) pada awalnya hanya ada atau tersebar di Pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Flores dan Sumatra bagian selatan. Tetapi yang di Sumatra sepertinya sudah tidak ada sama sekali sekarang ini. Mungkin karena populasinya yang hanya sedikit maka kalah bersaing dengan satwa lainnya atau entah sebab apa. Sebab nyatanya hingga sekarang belum pernah ada laporan dari anggota APAHI yang melaporkan keberadaan AHH di sana, di habitat aslinya. Ada banyak sebab satu jenis satwa hilang dari habitat aslinya. Jika memungkinkan, lain waktu hal ini akan kita bahas.

Baik, kita kembali ke bahasan utama. Di Pulau Jawa, pada awalnya sebenarnya Ayam Hutan Hijau (Green Jungle Fowl/Gallus Varius) tersebar merata hampir di semua daerah. Di mana ada hutan, di situ ada ayam hutan. Demikian pula di pulau-pulau yang saya sebut sebelumnya. Namun karena semakin banyaknya populasi manusia, kini banyak hutan yang dibuka untuk pemukiman. Ini membawa dampak terhadap keberadaan ayam hutan, sebab habitat yang semakin berkurang. Kita tahu bahwa ayam hutan memiliki sifat soliter, mereka hidup secara teritorial. Artinya satu wilayah tertentu dikuasai oleh 1 pejantan dengan beberapa betina.

APAHI punya data kasar tentang daerah-daerah yang masih ada populasi ayam hutannya. Misalnya di Jawa Timur, ayam hutan masih bisa di temui hampir di semua daerah. Ini yang kemudian memudahkan APAHI membangun regionalnya, sebab ayam hutan masih mudah ditemui. Jika ternyata populasinya sampai tahap menghawatirkan, maka tugas APAHI regional inilah untuk bagaimana bisa memertahankan keberadaan ayam hutan di habitat aslinya. di Jawa Tengah juga sama, hampir di setiap daerah masih ada populasinya. Dari berbagai daerah yang ada, tentu saja jumlah populasinya tidak sama banyaknya. Hal ini diketahui dari laporan masayarakat yang mengeluhkan hilangnya ayam hutan di sekitarnya. “Dulu di sini sering terdengar kokoknya saat pagi/sore Mas, sekarang sudah tidak ada lagi”, kata mereka. Sedangkan di Jawa Barat&Banten, populasi Ayam Hutan cenderung lebih sedikit dibanding Jawa tengah dan Jawa Timur.

Ayam Hutan Hijau hidup di hutan pada awalnya. Tetapi tidak sebatas itu, kini di kampung-kampung dekat pemukiman di lereng-lereng bukit dan kaki gunung bahkan di dataran rendah pun kita bisa menemu mereka, misal di kebun tebu atau hamparan sawah yang luas. Seperti saya sampaikan di awal tadi, ayam Hutan “dipaksa” menyesuaiakan diri. Karena hal yang demikian, ayam hutan di beberapa daerah lebih dekat dengan manusia. Yang seperti ini biasanya lebih jinak, hampir mendekati kejinakan ayam domestik.

Tinggalkan Balasan