Posted on 4 Comments

PELESTARIAN

Apa to sebenere makna pelestarian? Di media sosial facebook, terutama di group-group pelestari ayam hutan, sering muncul status yang menimbulkan perdebatan panjang tentang arti kata “Pelestarian”. Seperti contoh status yang saya screenshoot di atas, seorang penggemar ayam hutan hijau (Green Jungle Fowl) Daerah Istimewa Yogyakarta protes atas adanya eksploitasi ayam hutan dengan cara menangkap dari hutan baik dengan jaring maupun kalajepret/racik dan lalu hasil tangkapannya dijual lewat media sosial terutama facebook. Naifnya, ayam hasil tangkapan hutan tersebut banyak yang ditawarkan melalui group pelestari. Dengan masuk group facebook “Pelestarian Ayam Hutan” maka image orang akan tertuju pada sebatas kata “Pelestari”. inilah awal masalah. Pelestari kok jual ayam tangkapan hutan.

Dan terus terang, saya sudah sampai pada tahap “bosan” menanggapi statement atau apalah istilahnya yang semacam itu. Dulu di awal-awal membangun komunitas yang kemudian kita beri nama APAHI (Asosiasi Pelestari Ayam Hutan Indonesia) sekitar 10 tahun yang lalu, saya masih semangat menanggapi kalimat-kalimat yang bernada menyerang para pelestari seperti itu. Namun sekarang beda, sudah bukan saatnya menurut saya. Jadi saya biarkan saja, biarlah teman-teman lain yang menanggapi. Saya akan lebih fokus pada pelestarian saja.

Mengapa saya mengambil sikap yang demikian? Sebab menanggapi pemikiran yang semacam itu hanya buang-buang energi saja, tak akan pernah ada habisnya. Satu orang sadar, muncul pendatang baru yang lainnya. Jadi tak akan pernah berakhir, dan kita tak akan pernah maju dalam dunia pelestarian. Dan sejalan dengan para “pembenci”, pendatang baru di dunia pelestari juga bermunculan. Inilah yang kemudian menjadi penyeimbang. aman sudah..

Selain itu, ungkapan kebencian itu ada pula nilai positifnya. Setidaknya dari ungkapan itu mencerminkan masih adanya perhatian atas kata “pelestarian”. Andaikan mereka sudah tidak peduli, kira-kira apa yang terjadi? jual-beli ayam hutan (jungle fowl) tangkapan hutan akan aman-aman saja tanpa terkendala. Sebab terkesan tak ada yang peduli lagi.

Terakhir, mengapa banyak orang yang protes atas aktifitas jual-beli ayam hutan tangkapan? Ini tersebab makin menggaungnya kata “pelestarian ayam hutan”. Satu hal yang perlu kita ketahui, bahwa penangkapan satwa liar di hutan maupun alam terbuka lainnya untuk diambil kemanfaatannya itu sudah terjadi sejak jaman bahola. Termasuk penangkapan ayam hutan tentu saja. Jual-beli ayam hutan tangkapan ini sudah terjadi sejak lama, sejak sebelum muncul kelompok atau komunitas yang menisbahkan diri sebagai pelestari. Jaman dulu orang menjual ayam hutan tangkapan ke pasar hewan. Jika Anda tahu, dari berbagai daerah jaman dulu sudah menyuplai ayam hutan tangkapan ke pasar ibu kota. Tapi hampir tidak ada yang memprotesnya. Padahal jumlahnya luar biasa banyak. berkarung-karung banyaknya. Ya, satu cirikas penjualan ayam hutan tangkapan hutan adalah diwadahi karung, bukan sangkar. ini demi keamanan kepala ayam. Begitu.

4 thoughts on “PELESTARIAN

  1. Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

  2. Semua ayam yang saya jual hasil tetasan lho, tp saya bawanya selalu pakai karung jika dalam jarak dekat.
    Jadi menurut saya identitas “diwadahi karung” tidak bisa dipukul rata bahwa ayam tersebut “nyolong” dari hutan.
    Sekedar koreksi saja. Salam lestari..

  3. Sangat setujubsekali pak ketua sy sdh bosan dg statmen itu …jadi berbuatlah yg nyata masih banyak kata bualan pelestari hanya ujud kata² & tulisan saja yg pentibg fokus pada pergerakan apahi masa bodoh dg kata² orang hanya buang² energi saja jangan menyerah klu dituruti tdk akan ada habisnya bisa saja itu habya luapan emosi sesaat toh banyak yg ujung²nya hanya dompleng nama apahi saja
    Klu gak suka itu hak anda bodoh boleh goblok jangan kadang sy jg muak dg kata²ayam hutan habis ,itu jg simbol yg juga tdk menghargai upaya pelestarian yg sdh banyak berhasil menangkarkan oleh para anggota apahi

  4. Sangat setuju Pak, namun klo saya pribadi tindakan nyata yg saya lakukan sebelum ke orang lain jendaknya dimulai dari apa usaha saya untuk mendukung Pelestarian Ayam Hutan itu sendiri di lingkungan saya & sekitarnya, salah satunya dengan melakukan breeding Ayam Hutan,
    Demikain Pak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *