Posted on Leave a comment

MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN DOC AYAM HUTAN

Jika kita perhatikan, untuk semua jenis unggas yang dimana betina bertugas mengerami telornya sedangkan pejantan tidak membantu mengera, maka umumnya tampilan unggas jantan cenderung akan jauh lebih cantik dan menawan ketimbang betinanya. Itu disebabkan karena warna bulu betina akan berfungsi untuk kamuflase, menyembunyikan dirinya disaat mengeram dengan cara menyamai lingkungan sekitarnya di mana dia tinggal. Jenis-jenis pheasant, kalkun, merak, lophura dan juga termasuk ayam hutan. Inilah yang kemudian menyebabkan ayam hutan jantan lebih banyak dicari ketimbang ayam betina.

Ya, secara harga pun ayam hutan jantan jauh lebih mahal ketimbang ayam betina. Beberapa kelebihannya (jika boleh dikata begitu) ayam hutan jantan warnanya lebih menarik dengan bulu-bulu mengkilat, jengger tunggal berwarna pelangi, pial yang juga tunggal berwarna kombinasi antara merah kuning dan hijau mengembang mengimbangi jenggernya yang tegak. Selain tampilan, kokok si pejantanpun terdengar berbeda dengan ayam jenis lain dengan suara yang melengking hingga akan terdengar hingga ratusan meter dari sumbernya. Hal lain adalah, pejantan ayam hutan hijau bisa dijaikan pacek/bahan untuk mencetak bekisar, unggas hibryd khas Indonesia.

Jika kita membeli ayam hutan hijau yang berumur 3 bulan lebih, akan sangat mudah membedakan antara jantan an betina. Namun masalah ini akan muncul saat kita hendak membeli DOC (kuthuk) ayam hutan hijau. Sangat sulit sekali membedakan jenis kelamin antara jantan dan betina. Itulah sebabnya DOC ayam hutan hijau dijual dengan harga sama (antara 150-250 ribu/ ekor) tanpa membedakan jenis kelamin (unsex). Jika ada yang berani menjamin jenis kelamin saat menjual DOC ayam hutan hijau, bisa dipastikan itu adalah kebohongan yang nyata. Sebab sejauh ini, mereka yang sudah bergelut di dunia ayam hutan hingga puluhan tahun pun tidak berani menjamin jenis kelamin DOC ayam hutan hijau. Maka paling banter adalah memberikan prediksi. Sebab dengan melihat corak/ warna bulu kita bisa memprediksi jenis kelamin DOC AHH (Ayam Hutan Hijau).

Nah, bagaimana cara memprediksi untuk menentukan jenis kelamin jantan/betina DOC ayam hutan hijau?

Pertama warna bulu. Umumnya warna bulu jantan akan lebih gelap/pekat ketimbang ayam betina. Jadi ayam betina umumnya lebih cerah warna bulunya. Kedua, dari garis mata. Perhatikan garis yang dibangun oleh bulu berwarna hitam di sekitar matanya. Jika warna hitam itu cenerung gelap dan tidak putus hingga ke leher maka besar kemungkinan itu adalah ayam jantan. Ketiga, warna hitam di atas kepala . Perhatikan kepala ayam bagian atasnya. Ada warna hitam/coklat. Jika kepala bagian atas didominasi oleh warna hitam tanpa lingkaran bulu berwarna coklat, kemungkinannya adalah jantan. Kemudian suara. Namun suara ini terlalu sulit untuk dituliskan. Harapan saya, dengan seringnya Anda memerhatikan suaranya, maka suatu saat akam mampu memprediksi jenis kelaminnya.

Demikian sedikit hal yang saya tahu dari cara membedakan jenis kelamin DOC ayam hutan hijau antara jantan dan betina. Tetapi muncul pertanyaan lagi, “Bagaimana cara membedakan antara DOC ayam hutan dengan OC bekisar?” Nah, hal ini akan kita bahas di tulisan berikutnya. Semoga bermanfaat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *