Posted on Leave a comment

MEMELIHARA AYAM HUTAN

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak sekali orang yang tertarik untuk memelihara ayam hutan. Tidak hanya dari dalam negeri, bahkan orang luar negeri pun banyak yang berusaha untuk mendapatkan ayam hutan terutama ayam hutan hijau dari Inonesia. Ya, ayam hutan hijau (Green Jungle Fowl / Gallus Varius) adalah satwa enemik Indonesia. Artinya ayam hutan hijau itu asli ayam dari Indonesia. Dia tidak bisa didapatkan di negara lain. Andaikan ada di negara lain, bisa dipastikan itu hasil kiriman dari Indonesia.

Sebenarnya apa tujuan orang memelihara ayam hutan? Berbeda-beda jawaba yang akan kita dapatkan jika kita bertanya pada para penghobi akan tujuan mereka memelihara ayam hutan terutama ayam hutan hijau. Dan jika kita cermati, tujuan memelihara ayam hutan hijau bisa kita bagi menjadi beberapa kelompok. Ini menarik, sebab ternyata tujuan memelihara satu jenis satwa bisa berbeda-beda sesuai kepentingan mereka. Nah, apa saja tujuan orang memelihara aya huta hijau? berikut ulasannya.

Pertama, untuk kelangenan. Mungkin Anda akan bertanya, “Apa to hewan klangenan itu?”Hewan klangenan bisa diartikan sebagai hewan kesayangan. Yaitu hewan yang dipelihara sebatas untuk pajangan, pameran, kebanggaan dan beberapa tujuan lain. Seperti misal, orang punya sapi jantan berukuran jumbo sebatas buat pajangan di rumah dan kebanggaan. itu yang namanya klangenan. emikian juga ayam hutan, orang yang memeliharanya sebagai klangenan hanya akan memelihara satu atau dua ekor jantan dan ditempatka pada kurungan/sangkar untuk hiasan an sebagai tema ngopi di pagi/siore hari. Menengan kluruk serta keindahan bulunya, hati serasa damai senantiasa.

Kedua, sebagai bahan ternak bekisar. Ada juga orang yang memanfaatkan ayam hutan hijau untuk tujuan ekonomi, mencetak ayam bekisar misalnya. Salah satu bahan untuk membuat ayam bekisar adalah pejantan ayam hutan hijau yang dikawinsilangkan dengan ayam domestik/ ayam kampung. Tentang bagaimana cara mencetak bekisar, kita akan kupas tuntas esok di lain kesempatan.

Ketiga, sebagai barang dagangan. Nah, ini sebenarnya tak mudah. Praktek jual-beli hewan kesayangan adalah hal biasa yang sering terjadi. Namun jual-beli ayam hutan ada sedikit beda. Di mana perbedaannya? Bahwa merawat sejumlah ayam hutan apalagi yang masih DOC itu tidaklah mudah. Bagi yang belum berpengalaman, bisa-bisa tak ada yang selamat dan menimbulkan kerugian. Karenanya para penjual DOC biasanya akan segera mengusahakan agar ayamnya segera laku untuk meminimalisir resiko. Sedang jika menampung ayam dewasa juga tak segampang ayam lain. Bisa-bisa ayam justru akan rusak atau turun kualitasnya saat di tempat kita. Bukan masalah apa-apa, tetapi merawat banyak ayam hutan itu tidaklah mudah.

Keempat, materi ternak/breeding. Inilah salah satu program APAHI. Menyarankan kepada setiap anggotanya agar berusaha breeding atau beternak ayam hutan baik ayam hutan merah maupun ayam hutan hijau. Tentang tatacara beternak, sudah pernah sedikit kita kupas. Namun ika Anda punya pertanyaan, silahkan komentar di kolom yang disediakan dan akan kita jawab sedetail mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *