MERAWAT AYAM HUTAN YANG SAKIT

Jika Anda belum lama memelihara dan merawat ayam hutan lalu tiba-tiba ayam hutan Anda kliatan lesu dan terindikasi sakit, saya yakin Anda kebingugan. Betul? Jelas betul dong, secara saya sudah kaya akan pengalaman. haha..

Tapi tenang, karena hampir semua penghobi pasti pernah mengalami hal yang demikian. Tidak hanya pernah, tapi bisa jadi sudah bolak-balik berulangkali. Bagi mereka para penghobi, tentu berkeinginan ayam hutan yang dirawatnya senantiasa sehat sentosa tanpa kendala suatu apa. Maka ketika melihat ayam hutan piaraannya sakit, segala upaya akan ditempuhnya. Bagi yang pernah lama bermain di dunia ayam petarung misal, hampir bisa dipastikan akan memberi perlakuan yang sama kepada ayam hutan yang sakit seperti halnya mereka merawat ayam petarung. Padahal beda, bahkan jauh beda. Ayam hutan tak seperti jenis ayam lainnya sehingga cara penanganan ketika sakit pun seharusnya tidak sama. Ayam petarung dewasa misalnya, ketika sakit langsung bisa kita pegang lalu inject suntik obat yang sesuai indikasi penyakitnya. Jika tidak mau makan, ayam petarung langsung bisa dipegang lalu diloloh agar tembolok ada isinya. Nah, ayam hutan tidakbisa dikasih perlakuan yang sama. Misal ayam sakit, kelihatan lesu lalu kita pegang. Baru dipegang saja, itu sudah menambah beban sakitnya. Karena apa? Pada dasarnya ayam hutan adalah satwa liar. Dia terbiasa melindungi diri dari pemangsa yang dianggapnya brbahaya. Cara melindungi dirinya adalah dengan terbang atau berlari sekuat tenaga. Tetapi karena keadaannya sakit, dia tak punya tenaga. Keinginan untuk lari itu sangat kuat, tetapi untuk berjalan saja dia sempoyongan. Maka beban kejiwaan semakin besar. Stressnya bertambah, ini menyebabkan sakitnya semakin parah.

Lalu bagaimana cara perawatannya? Bergantung usia. Ya, merawat ayam hutan yang sakit tidak sama saat usia mereka berbeda. Merawat DOC, lancuran dan ayam hutan dewasa tidak bisa kita pukul rata pemberian perlakuannya. Maka langkah pertama yang harus kita tempuh adalah antisipasi. Antisipasi apa? Ya antisipasi agar termungkinkan ayam kita tidak mudah terserang penyakit. apa saja langkah antisipasinya? Tidak ada tips dan trik khusus dari saya, sebab karakter setiap ayam hutan itu beda polanya. Ada yang pembawannya anteng sejak menetas, ada yang bedigasan, liarnya luar biasa. baru didekati saja dia sudah loncat kesana kemari seperti kesurupan setan. Karena dasar bawaan yang berbeda itulah maka pemberian perlakuan juga musti tidak sama. Tetapi tentu, ada dasar-dasar standart perawatan yang musti kita pahami.

Dasar Perawatan Ayam Hutan

Baiklah kita mulai dari cara merawat DOC Ayam Hutan. Apa saya yang musti kita siapkan saat hendak mulai memelihara dan merawat DOC Ayam Hutan? Pertama adalah media perawatan, diantaranya lampu, tempat makan serta sangkar yang sesuai. Hal yang tak kalah pentingnya untuk dipersiapkan juga adalah mental serta sejumlah dana. Ini penting, sebab yang akan kita rawat adalah makhluk bernyawa yang secara tiba-tiba bisa saja sakit an lalu hilang nyawanya alias mati. Tapi tentu, mental ini kita persiapkan bukan sebatas untuk menghadapi hal terburuk yang bakal terjadi. Jadi perawat ayam hutan kudu ndableg. Secara sederhana, berpikirlah jika ayam kita lewat masih bisa beli lagi. Toh masih ada banyak yang jual di pasaran. Dengan begitu kita akan tenang saat merawat ayam, tiak akan takut mengambil lagkah percobaan dan tak muah menyalahkan.

Juga dana. Karena harga ayam hutan terbilang cukup lumayan, sekiranya tak ada dana simpanan khusus yang dialokasikan untuk hobi yang satu ini maka sebaiknya itunda saja, pikir ulang kembali. Bersabar aalah langkah terbaik daripaa menyesal di kemudian hari. maaf, ini bukan menakut-nakuti, tetapi real bahwa merawat ayam huta itu tak semudah yang kita bayangkan. Kini pertanyaannya, “Sudah siapkah Anda?”

Jika sudah siap dengan segala resikonya, ikuti terus tulisan saya i seri berikutnya. Begitu.

Tinggalkan Balasan