Posted on Leave a comment

Paruh/Cucuk Ayam Hutan Memanjang?

Bagi Anda yang pernah belajar biologi, pasti tahu materi pertumbuhan dan perkembangan. Karenanya kita juga sering mendengar istilah tumbuh dan berkembang. Apa to beda antara perumbuhan dan perkembangan atau tumbuh dan berkembang? Perbedaannya, tumbuh itu erat kaitannya denga fisik sedangkan berkembang itu terkait dengan psikis/kejiwaan. Misal pada manusia, orang mengistilahkan “Tua itu pasti tetapi dewasa itu pilihan” Begitulah kira-kiranya. Umur bertambah, bada bertumbuh tetapi kelakuan masih seperti anak kecil saja, tidak berkembang pikiran dan jiwanya. Berarti dia tumbuh tetapi tidak mengalami perkembangan (jiwa).

Cucuknya panjang ya.

Nah, demikian juga yang dialami ayam hutan. Dia tumbuh juga berkembang. Pertumbuhan ini sesuai berjalannya waktu. Seiring pertumbuhan badan, maka bulu, kuku, dan bagian tubuh yang lain termasuk paruh/cucuk juga mengalami pertumbuhan/pertambahan panjang. Jika dibiarkan terus menerus pertumbuhan paruh ini akan semakin liar, semakin panjang. Lalu bagaimana solusinya agar pertumbuhan paruh/cucuk tidak mengganggu si ayam itu sendiri?

Ada dua cara mengatasi cucuk/paruh yang memanjang ini agar tidak mengganggu baik penampilan maupun fungsi. Yaitu dengan cara pertama memotongnya dan yang kedua mengasahnya. Yang jadi masalah kemudian, bagaimana cara mengasah atau memotongnya? Mengasah bisa dilakukan oleh si ayam itu sendiri sejak dini, sedangkan untuk memotongnya butuh bantuan kita selaku yang memelihara. Mengasahnya pakai apa? Memotongnya seberapa panjang, dengan alat apa dan bagaimana pula cara memotongnya?

Mengasah paruh bisa dilakukan sendiri oleh si ayam bahkan sejak masih umur 1 bulan. Perhatikanlah ketika ayam sehabis atau ketika makan. Dia sering menggesek-gesekkan paruhnya ke permukaan batu, alas kandang atau apa saja benda keras yang ia temui. Selain bermanfaat untuk membersihkan sisa makanan yang menempel di paruh, sebenarnya ayam itu juga mengasah ujung paruh agar tidak terlalu memanjang di kemudian hari. Inilah salah satu fungsi batu-bata yang sering kita lihat diletakkan di dalam kandang. Apakah harus batu-bata? Tidak! Boleh juga diganti dengan tulang sotong yang selain berfungsi untuk mengasah parus agar tidak memanjang juga berguna sebagai asinan.

Lalu kalau sudah kadung terlalu panjang, bagaimana cara kita membantu memotongnya? Ini bergantung mental pemilik, tegel atau tidak. Sebab memotong paruh dan juga taji ayam hutan itu butuh pengalaman tersendiri. Tetapi jika Anda belum pernah mengerjakannya, sesekali bolehlah dicoba jika memiliki ayam tang paruhnya panjang. Memotong paruh juga ada beberapa kegunaan/fungsi sebenarnya, agar ayam tidak tertanggu. Apa saja itu? Kita lanjutkan besok pada tulisan berikutnya ya. Ikuti terus tulisan-tulisan menarik dari saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *