Posted on 1 Comment

SEMUT

Hari ini saya mengobrak-abrik isi rumah. Kejengkelan sudah tak tertahankan. Bagaimana tidak? Jika beberapa waktu yang lalu saya sudah berhasil memberantas tikus pengganggu, kini muncul pengganggu yang lain. Mereka berkelompok, jumlahnya cukup banyak. Seringkali saya asyik dengan laptop dan rokok tengwe, hingga beberapa saat lupa minuman manis beserta roti yg kusiapkan. Begitu tengwe habis dan mata sedikit pedas barulah ingat minuman + sejumlah roti. Tapi, badalah. Jiancuukk.. Gelas dan roti sudah penuh dikerubuti semut.

Saya bukan manusia yg punya kelebihan seperti Nabi Sulaiman. Saya tak mampu menahan emosi, ingin rasanya kubakar semut itu dengan korek apiku. Tapi baiklah, kali ini akan sedikit kudramatisir. Aku berpura-pura bisa bicara dengan binatang terkhusus semut.

“Hai Semut!” bentakku.

Semut kaget dan menoleh kepadaku. “Ada apa Tuwan?” berpura-pura dia tanya kepadaku.

“Karepem piye leh, iku teh manis dan rotiku!” kataku.

“Tapi Tuwan, saya butuh makan dan minum,” kata semut sembari pasang wajah yang syahdu.

Kupelototi semut itu dan tiba² dia berani balik melotot kepadaku. Rupanya teman²nya suda siap untuk ikut menggigitku.

“Main keroyokan dia” , pikirku.

“Mbok ya bilang, nanti tak kasih minum. Jangan gelasku dikerubuti begitu,” sergahku.

“Tapi Tuwan, saya harus membawa roti itu ke apartemenku!” Semut membentakku.

Serta merta kusambar korek dan tisu. Tamat riwayatmu!

1 thought on “SEMUT

  1. There is definately a lot to learn about this subject. I really like all of the points you have made. Lenore Gay Zenas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *